Oleh: h1a007007 | Mei 13, 2008

KARAKTERISASI KOMPONEN UTAMA MINYAK ATSIRI

KARAKTERISASI KOMPONEN UTAMA MINYAK ATSIRI

HASIL DESTILASI AIR DARI DAUN SALAM (Eugenia

polyantha Wight.) SEGAR DAN YANG DICURIN

abstraks:

KARAKTERISASI KOMPONEN UTAMA MINYAK ATSIRI HASIL DESTILASI AIR DARI DAUN SALAM (Eugenia polyantha Wight.) SEGAR DAN YANG DICURING

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri daun salam (Eugenia polyantha Wight.) segar dan yang dicuring serta komposisi komponen utamanya. Proses curing dilakukan dengan variasi waktu 2 hari dan 4 hari. Minyak atsiri daun salam diisolasi dengan metode destilasi air, kemudian destilatnya diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana. Karakterisasi komponen utama dilakukan dengan metode Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM). Rendemen minyak atsiri daun salam segar, daun salam hasil proses curing 2 hari dan 4 hari secara berturut-turut sebesar 0,072%, 0,064% dan 0,059%. Minyak atsiri daun salam segar, daun salam hasil proses curing 2 hari dan 4 hari mempunyai komponen utama yang sama dengan komposisi berbeda, yaitu kaprilaldehid, cis-4-dekenal, n-dekanal, α-humulen, trans-kariofilen, sitronelol, farnesol, dan nerolidol. Persentase komponen nerolidol dalam minyak atsiri hasil destilasi air lebih besar dibandingkan dalam minyak atsiri hasil destilasi uap menurut literatur. Selama proses curing, komposisi kaprilaldehid, n-dekanal, trans-kariofilen dan farnesol meningkat, sedangkan komposisi cis-4-dekenal, sitronelol, α-humulen, dan nerolidol menurun. Minyak atsiri daun salam hasil proses curing 2 hari dan 4 hari menunjukkan adanya komponen baru yaitu linalool, bornil asetat dan pinokarveil asetat. Perubahan komposisi komponen utama dan adanya komponen baru disebabkan adanya biotransformasi suatu komponen menjadi komponen lain.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanaman salam merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan banyak ditemukan di Burma, Malaysia dan Indonesia. Daun dari tanaman salam biasanya digunakan untuk penyedap aroma masakan (Katzer, 2004). Daun salam juga dapat digunakan sebagai obat katarak, stroke, asam urat, kolesterol, diabetes, gatal-gatal, dan radang lambung (Wijayakusuma, 2002).
Masyarakat di Indonesia terutama di Sumatra, Jawa dan Bali menggunakan daun salam sebagai penyedap aroma masakan dalam keadaan segar maupun kering yang merupakan hasil proses curing (Katzer, 2004). Menurut Abdullah dan Soedarmanto (1984), proses curing merupakan perlakuan terhadap bahan mulai pemanenan sampai pengolahan berhubungan dengan proses metabolisme daun yang masih hidup. Agusta (2000) menyatakan bahwa komposisi minyak atsiri dari suatu bagian tanaman terus mengalami perubahan, juga setelah panen. Hal tersebut terjadi karena adanya reaksi enzimatis yang prosesnya tergantung pada kondisi penyimpanan. Menurut Boelens (1997) dan Ranadive (1994), perubahan komposisi kimia pada bahan tanaman yang mengalami curing dapat disebabkan oleh terjadinya reaksi kimia seperti reaksi hidrolisis, oksidasi, eterifikasi atau reaksi esterifikasi. Perubahan komposisi komponen utama minyak atsiri daun salam selama proses curing belum diketahui secara pasti sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Proses curing daun salam pada penelitian ini dilakukan selama 2 hari dan 4 hari. Hal tersebut berdasarkan hasil studi pendahuluan Wartini (2005) yang menunjukkan bahwa umumnya masyarakat menggunakan daun salam segar atau daun salam yang dikeringanginkan selama 2 hari dan 4 hari. Metode curing yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode air curing yaitu metode curing yang dilakukan pada temperatur ruang dan tidak memerlukan pemanasan. Metode tersebut digunakan untuk mencegah penguapan minyak atsiri yang terlalu besar selama proses curing (Abdullah dan Soedarmanto, 1984).
Menurut Agusta (2000), daun salam segar yang diisolasi dengan metode destilasi air mengandung minyak atsiri sebanyak 1% dengan komponen penyusun: kaprilaldehid, cis-4-dekenal, n-dekanal, kariofilen, nerolidol, patchoulena dan 3,7-dimetil-1-oktena. Menurut Sembiring dkk., (2003), daun salam dari Sukabumi yang dikering-anginkan selama 3 hari dan diisolasi dengan metode destilasi air dan uap mengandung minyak atsiri sebanyak 0,023 %, sedangkan daun salam dari Bogor sebanyak 0,018 % dengan komponen penyusun: kaprilaldehid, 3,7-dimetil-1-oktena, dekanal, cis-4-dekenal, sikloheksana, asam oktanoat, dan nerolidol. Berdasarkan sumber pustaka di atas (Agusta (2000) dan Sembiring dkk., (2003)) terdapat perbedaan komponen dan kadar minyak atsiri daun salam. Fadel et al., (1999) menyatakan bahwa komposisi dan kadar minyak atsiri sangat tergantung pada metode isolasi, kondisi proses isolasi, dan asal bahan yang digunakan.
Metode yang biasa digunakan untuk isolasi minyak atsiri antara lain destilasi air, destilasi uap-air dan destilasi uap (Sastrohamidjojo, 2004). Destilasi uap dan destilasi air merupakan metode isolasi yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan minyak atsiri (Sonwa, 2000). Pada penelitian ini digunakan metode destilasi air karena metode ini sederhana dan mudah dilakukan. Pada metode destilasi air, bahan kontak langsung dengan air mendidih sehingga mencegah terjadinya penggumpalan bahan seperti bila menggunakan uap langsung (Guenther, 1987). Destilasi air sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti saat memasak atau merebus daun salam dengan air. Minyak atsiri hasil destilasi air diharapkan aromanya mirip dengan aroma daun salam yang sering digunakan masyarakat sebagai penyedap aroma masakan.
Kadar minyak atsiri dalam daun salam rendah dan minyak atsiri sulit terpisah dari fraksi air dalam destilat, sehingga perlu diekstraksi dengan pelarut organik. Pelarut yang sering digunakan adalah n-heksana karena senyawa tersebut bersifat nonpolar, mudah menguap dan tidak larut dalam air sehingga merupakan pelarut yang sesuai untuk memisahkan minyak atsiri dari fraksi air dalam destilat (Boelens, 1997; Ketaren, 1986).
Sebagian besar minyak atsiri mengandung senyawa golongan terpenoid dan fenilpropanoid yang sifatnya mudah menguap pada temperatur ruang sehingga Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM) merupakan metode yang sesuai untuk karakterisasi komponen minyak atsiri. Analisis dengan KG-SM akan memberikan informasi tentang profil dan struktur komponen minyak atsiri (Agusta, 2000).
Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan isolasi minyak atsiri dengan metode destilasi air dari daun salam (Eugenia polyantha Wight.) segar dan yang dicuring. Destilat yang diperoleh diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dan selanjutnya komponen utama minyak atsiri dikarakterisasi menggunakan metode Kromatografi Gas – Spektrometri Massa (KG-SM).

1.2 Perumusan Masalah
1. Komponen utama apakah yang terdapat dalam minyak atsiri hasil destilasi air dengan pengekstrak n-heksana dari daun salam (E. polyantha Wight.) segar dan yang dicuring?
2. Bagaimana perubahan komposisi komponen utama minyak atsiri daun salam selama proses curing?

1.3 Batasan Masalah
1.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun salam (E. polyantha Wight.) yang diperoleh dari Balai Informasi Tanaman Obat Materia Medica di Batu.
2.Proses curing yang dilakukan adalah metode air curing dengan variasi waktu 2 hari dan 4 hari.
3.Isolasi minyak atsiri daun salam dilakukan dengan metode destilasi air selama 2 jam dengan pengekstrak n-heksana.
4.Karakterisasi dilakukan terhadap komponen utama menggunakan metode Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM).
5.Komponen utama merupakan komponen dengan puncak dominan yang mempunyai persen area (% RA) 8 terbesar dalam setiap kromatogram.

1.4 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui komponen utama minyak atsiri hasil destilasi air dari daun salam (E. polyantha Wight.) segar dan yang dicuring
2. Mengetahui perubahan komposisi komponen utama minyak atsiri daun salam selama proses curing

1.5 Manfaat Penelitian
1. Memberi informasi tentang komponen utama minyak atsiri daun salam segar dan yang dicuring, serta variasi komposisi komponen utamanya sehingga dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan daun salam.
2. Memberi informasi mengenai daun salam yang lebih baik digunakan masyarakat sebagai penyedap aroma masakan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: